BUKU UNGGULAN

PAPUA: JEJAK LANGKAH PENUH KESAN

Judul: Papua: Jejak Langkah Penuh Kesan Penulis: Frino Bariarcianur & Ahmad Yunus Kata Sambutan: Susilo Bambang Yudhoyono Bahas...

Thursday, October 24, 2019

NOVEL ORI EDDY D. ISKANDAR: KEMBANG WENING ASIH, CETAKAN I



Kembang Wening Asih mengisahkan romantika hubungan Rama dan Tika. Rama pemain sepakbola klub Citra Mahardhika. Tika pesilat di sebuah padepokan pencak silat.

Pertemuan Rama dan Tika bermula dari peristiwa pencopetan di bus kota. Rama ditodong dengan pisau dan dikeroyok empat pencopet berseragam pelajar yang menjarah dompetnya. Seorang gadis cantik menolongnya. Dengan gesit, dia menghantam muka salah seorang dari mereka hingga terjatuh. Perut seorang yang lain ditendangnya hingga meringis kesakitan. Melihat semua itu, para penumpang bus segera mengeroyok mereka. Setelah itu, Rama mengucapkan terima kasih kepada gadis itu. Mereka berkenalan, tapi hanya sebatas nama.

Karena peristiwa itu, Rama ingin belajar ilmu pencak silat untuk menguatkan keberaniannya. Ragil, sahabat seklubnya, mengajaknya untuk berguru di padepokan pencak silat Wening Asih. Selain bermain sepakbola, Ragil juga memang pernah berguru pencak silat di padepokan tersebut. Ragil juga menyemangatinya belajar pencak silat di sana karena padepokan pencak silat itu punya daya tarik lain, yakni gadis cantik yang menjadi kembang Wening Asih. Saking cantiknya, dia disebut sebagai kembang Wening Asih. Dari sanalah, judul novel karya Eddy D. Iskandar ini. Ternyata, kembang Wening Asih tersebut adalah Tika, gadis cantik yang pernah menolong Rama ketika dicopet dan ditodong di bus kota.

Pilihan Rama untuk menjadi pemain sepakbola tak disetujui ayahnya. Sebab, masa depan pemain sepakbola di matanya tak menggembirakan pada saat itu. Ayahnya menghendaki Rama menyelesaikan kuliahnya. Tapi, Rama malah memilih menanggalkan statusnya sebagai mahasiswa jurusan publisitik demi berkonsentrasi menjalani kariernya sebagai pesepakbola. Apalagi, keputusan berhenti kuliah itu tak dirundingkannya dengan orangtuanya. Meskipun Rama mengakui kesalahannya, ayahnya tetap saja marah.

Pilihan Rama untuk memacari Tika juga tidak sejalan dengan keinginan ibunya. Diam-diam, ibunya menginginkan Rama berhubungan dekat dengan Asri. Dia adik Danto, sahabat sekampung sekaligus sekampus Rama, tapi berbeda fakultas. Ibunya memberikan harapan besar kepada Asri tanpa sepengetahuan anaknya. Danto juga mendesak Rama untuk tidak mengecewakan adiknya.

Beberapa persoalan lain mewarnai perjalanan hidup dan karier Rama. Salah satunya isu suap yang diberitakan sebuah koran. Pemain dengan inisial R dari kesebelasan Citra Mahardhika dituduh termakan suap. Inisial tersebut merujuk ke Rama dan Ragil.

Namun, semua persoalan itu dihadapi Rama dengan sabar. Pendiriannya pun tetap teguh. Dia yakin bahwa masa depannya adalah miliknya. Karena itu, dirinyalah yang paling berhak menentukan masa depannya. Selain itu, dia menjalani karier dan hidupnya dengan lurus.

Tika juga selalu mendukung kariernya. Bahkan, sebelum mereka berpacaran, Tika sudah menyemangati perjuangan Rama di lapangan sepakbola. Tika juga selalu mengingatkannya untuk tidak meninggalkan salat lima waktu. Padahal, Tika juga dibelit persoalan lain di keluarganya. Akankah hubungan mereka tetap mulus?

Judul:  Kembang Wening Asih
Penulis: Eddy D. Iskandar
Bahasa: Indonesia
Kulit Muka: Soft Cover
Tebal: 186 Halaman
Dimensi: 11 x 17,5 Cm
Penerbit: Cypress, Jakarta
Tahun: Cetakan Pertama, 1977
Kondisi: Kurang Bagus (Robek di sudut kiri bawah cover depan. Grepes di tepi punggung buku. Bekas kena air di sejumlah lembar pertama dan terakhir, sehingga kertas agak bergelombang. Tulisan tangan di halaman terakhir. Kertas kecokelatan.)
Harga: Rp17.000
Stok: 2 (1 TERJUAL)

Semua buku yang kami jual merupakan buku original, termasuk buku ini.





No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar secara jelas dan tak melanggar aturan hukum. Jangan lupa mencantumkan e-mail yang benar supaya kami dapat membalas.