BUKU UNGGULAN

BUKU ORI PUISI GOENAWAN MOHAMAD: FRAGMEN

Buku baru stok lama Fragmen menghimpun 25 puisi Goenawan Mohamad . Misalnya, “Tentang Orang Datang”, “Anak-Anak”, dan “Soneta Dua Dentang”....

BUKU PILIHAN

  • AGUS DERMAWAN T. DKK.: THE PUPPET STATE - GATOT INDRAJATI
  • LAKON ARIFIN C. NOER: ORKES MADUN
  • KOMUNITAS SASTRA INDONESIA: CATATAN PERJALANAN
  • NASRUDIN AFFANDI: HUMOR SUFI, JILID 1-5
  • MUS K. WIRYA: BERMAIN REBANA

Wednesday, February 26, 2020

NOVEL ORI ARTHUR C. CLARKE: EARTHLIGHT

Buku bekas Earthlight karya Arthur C. Clarke adalah novel fiksi ilmiah yang mengisahkan ketegangan politik antara pemerintah bumi serta para pemukim dan pedagang independen di tempat lain di tata surya yang telah membentuk federasi.

Pemicu permusuhan adalah publikasi sebuah makalah penelitian yang menunjukkan bahwa Bulan mungkin sebelumnya tidak memiliki sumber daya logam berat yang diusulkan Bumi untuk dimonopoli. Badan intelijen pemerintahan Bumi mencurigai bahwa informasi rahasia mengenai eksploitasi kekayaan mineral tersebut mungkin bocor ke Federasi dan mendesak seorang akuntan, Bertram Sadler, menginvestigasnya.

Novel ini pertama kali diterbitkan pada 1955 di Amerika Serikat oleh Ballantine Books dan di Inggris oleh Frederick Muller Ltd. Edisi tersebut merupakan perluasan dari novel pendek (novelet) dengan judul yang sama yang diterbitkan empat tahun sebelumnya. Pada 1966, Ballantine Books menerbitkan cetakan keduanya. Buku bekas yang kami jual ini merupakan cetakan kedua tersebut.

Judul: Earthlight
Penulis: Arthur C. Clarke
Bahasa: Inggris
Kulit Muka: Soft Cover
Tebal: 156 Halaman
Dimensi: 10,5 x 18 Cm
Penerbit: Ballantine Books, New York
Tahun: Cetakan Kedua, 1966
Kondisi: Cukup Bagus (Terkelupas kecil-kecil di tepi cover. Kertas kecokelatan.)
Harga: (TERJUAL)
Stok: 0

Semua buku yang kami jual merupakan buku original, termasuk buku ini.





No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar secara jelas dan tak melanggar aturan hukum. Jangan lupa mencantumkan e-mail yang benar supaya kami dapat membalas.