BUKU UNGGULAN

PAPUA: JEJAK LANGKAH PENUH KESAN

Judul: Papua: Jejak Langkah Penuh Kesan Penulis: Frino Bariarcianur & Ahmad Yunus Kata Sambutan: Susilo Bambang Yudhoyono Bahas...

Thursday, September 26, 2019

BUKU ORI RENATO CRISTIANO: A JOURNEY THROUGH PAINTING


Sebelum buku Renato Cristiano: A Journey Through Painting terbit, Renato Cristiano merupakan nama yang sangat jarang disebut pada peta seni rupa Indonesia. Bahkan, menurut Carla Bianpoen sebagaimana ditulisnya pada Jakarta Post tak lama setelah buku ini diluncurkan pada sekitar pertengahan 2004, lelaki kelahiran Roma, Italia, 6 Desember 1926, ini hampir tidak disebutkan pada literatur tentang seniman asing di Bali. Bahkan, sampai dengan artikel ini dipajang pada 26 September 2019, hanya sedikit informasi tentang dirinya, karyanya, dan pembahasan salah satu atau keduanya yang dapat ditelusuri dari mesin pencari Google. Padahal, tambah Carla, dia merupakan salah satu seniman asing paling penting yang bekerja di Bali setelah Perang Dunia II dan kemerdekaan Indonesia.

Cristiano menetap lebih dari satu dekade di Pulau Dewata tersebut. Setelah perjalanan panjang di atas kapal yang melintasi Afrika, Asia Barat, Asia Selatan, Pulau Sumatra, dan Pulau Jawa, dia menginjakkan kaki di pelabuhan Buleleng pada akhir Oktober 1955. Selama 1957-1958, dia sempat menjadi Kurator Museum Puri Lukisan di Ubud, Bali. Bahkan, pada 19 September 1963, dia menikahi Wayan Nesa, gadis Bali dari Desa Manggis yang sering mengunjungi pantai di desa tersebut bersama ayahnya yang nelayan. Dari pernikahan itu, mereka dikarunia dua putri: Sari Wati dan Dewi Anna. Karena putus asa menghadapi imbas kekacauan politik pada 1965 yang tak berkesudahan, dia dan istrinya akhirnya berlayar menuju Italia pada April 1966.

Ketika tiba di Bali, Cristiano sudah menjadi pelukis yang matang. Selain telah menimba ilmu di beberapa tempat, termasuk di Academy of Fine Arts di Perugia, Italia, bebebapa pameran, terutama pameran bersama, telah diikuti lelaki tampan ini di Italia dan Prancis.

Selama di Bali, meskipun berkenalan dengan Rudolf Bonnet dan I Wayan Lempad, misalnya, dia tidak banyak bergaul dengan sesama seniman asing atau seniman lokal. Meskipun sering bertemu dan berdiskusi dengan kolektor Indonesia pertamanya, Presiden Sukarno, dia memilih untuk menjaga kesendiriannya di studionya di Putung. Pantai Manggis, tempatnya tinggal bersama istrinya, juga lumayan terisolasi.

Selama perjalanan kariernya sebagai pelukis, Cristiano menetap di banyak tempat di berbagai belahan dunia. Baik dalam masa yang panjang maupun periode yang pendek. Selain di Italia, Prancis, dan Indonesia, sejumlah pameran tunggal atau bersama dilakoninya di Jerman, Belanda, dan Amerika Serikat. Karya-karyanya dapat ditemukan di beberapa museum terkenal di dunia seperti Museum of Modern Art di New York (Amerika Serikat) dan Rijksmuseum voor Volkenkunden di Leiden (Belanda) serta Istana Presiden Republik Indonesia di Jakarta, Bogor (Jawa Barat), dan Tampaksiring (Bali).

Selain perjalanan hidupnya itu, buku ini juga memaparkan upaya Cristiano mencapai keunggulan-keunggulan artistik pada karya-karyanya serta eksplorasi intelektual, spiritual, dan metafisiknya yang mencoba memadukan budaya Timur dan Barat, terutama masa Renaissance. Tidak heran jika karya-karyanya tak semata-mata mempertimbangkan estetika, tapi juga berupaya menghubungkan ide dan bentuk ke arus bawah yang lebih dalam yang mengalir melalui jiwa manusia.

Semua perjalanan hidup dan karya Cristiano tersebut didedahkan panjang lebar oleh Bruce W. Carpenter, penulis buku ini, pada bagian pertama di bawah tajuk “The Life and Art of Renato Cristiano”. Sebelumnya, Martha Gunawan, Direktur Mon Decor Gallery, penerbit buku ini, menulis “Foreword”.

Meskipun karya sebagian besar perupa seringkali dipilah-pilah ke dalam berbagai periode sesuai dengan upaya mereka mengeksekusi serangkaian lukisan dan patung dengan gaya dan tema tertentu, Christiano dianggap sebagai perupa unik. Dia tidak dapat diidentifikasi oleh kritikus seni berdasarkan tema dan gaya tertentu. Karena itu, penulis buku ini memilah-milahnya berdasarkan siklus. Di bawah tajuk “Cycles”, bagian kedua ini mengelompokkan karya-karya Christiano ke dalam “Rain”, “Traces”, “Consummation”, “Light of Colours”, “Archipittura”, “The Four Seasons”, “Testament I (1953-1956)”, “Testament II (1963-1977)”, “Testament III (1984- )”, “Our Age”, “Prometheus ‘72”, “Christian Era: Prophecy and History”.

Bagian ketiga buku ini, “Eternal Idyll”, dibagi ke dalam tema-tema "Faces and Figures"; "Work"; "Play"; serta "Myth, Religion, and Allegory". Sejumlah karya Christiano dikelompokkan ke dalam tema-tema tersebut dengan pengantar singkat pada setiap tema.

Bagian keempat menorehkan biografi singkat Christiano di bawah titel “Biography”. “Major Exhibitions, Museums with Works on Display and Bibliography” pada bagian kelima memajang daftar pameran dan museum yang memajang dan menyimpan karya-karyanya serta daftar buku dan karya tulis yang menjadi referensi buku ini. “List of Plates” memajang senarai 77 karyanya, yang terdiri atas judul, media, dimensi, dan nama kolektor pemilik karyanya. Tapi, sekitar separuh karyanya tak mencantumkan nama kolektor pemilik karyanya secara pasti atau bahkan tanpa keterangan sedikit pun karena tak diketahui. Buku ini ditutup dengan indeks nama dan istilah di bawah tajuk “Index”.

Buku ini dilengkapi 200-an foto—umumnya—berwarna dan hitam putih yang mengabadikan 150-an karya Cristiano serta tujuh foto hitam-putih tentang dirinya, istrinya, studionya, dan beberapa temannya dan juga satu foto berwarna tentang dirinya bersama kedua putrinya.

Kondisi Cukup Bagus 1
Judul: Renato Cristiano: A Journey Through Painting
Penulis: Bruce W. Carpenter
Prakata: Martha Gunawan
Penyunting: Marilyn Seow (Senior Editor) & Ng Wei Chian (Assistant Editor)
Bahasa: Inggris
Kulit Muka: Hard Cover
Tebal: 160 Halaman
Dimensi: 28,5 x 28,5 Cm
Penerbit: Mon Decor Gallery, Jakarta
Tahun: Cetakan Pertama, 2004
ISBN: 981-4068-93-4
Kertas: Matt Paper
Kondisi: Cukup Bagus (Jaket buku sudah tak ada. Ada yang grepes terutama di bagian sisi kanan cover. Bagian bawah lembar pertama dan lembar terakhir, yang merupakan halaman kosong, sobek, tapi sudah direkatkan kembali. Beberapa bagian di margin terkelupas, tapi tak mengenai teks atau gambar. Ada bercak tipis kekuning-kuningan bekas kena air pada margin bawah sejumlah halaman.)
Harga: Rp511.000 (Sampai dengan 20 September 2019, ada dua pedagang yang memajang buku bekas ini di Amazon. Harga termurah di luar biaya kirim adalah US$299,99 dan harga termahalnya US$449,01.)
Stok: 1

Semua buku yang kami jual merupakan buku original, termasuk buku ini.







Kondisi Cukup Bagus 2
Judul: Renato Cristiano: A Journey Through Painting
Penulis: Bruce W. Carpenter
Prakata: Martha Gunawan
Penyunting: Marilyn Seow (Senior Editor) & Ng Wei Chian (Assistant Editor)
Bahasa: Inggris
Kulit Muka: Hard Cover
Tebal: 160 Halaman
Dimensi: 28,5 x 28,5 Cm
Penerbit: Mon Decor Gallery, Jakarta
Tahun: Cetakan Pertama, 2004
ISBN: 981-4068-93-4
Kertas: Matt Paper
Kondisi: Cukup Bagus (Jaket buku sudah tak ada.)
Harga: Rp573.000 (Sampai dengan 20 September 2019, ada dua pedagang yang memajang buku bekas ini di Amazon. Harga termurah di luar biaya kirim adalah US$299,99 dan harga termahalnya US$449,01.)
Stok: 1

Semua buku yang kami jual merupakan buku original, termasuk buku ini.







No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar secara jelas dan tak melanggar aturan hukum. Jangan lupa mencantumkan e-mail yang benar supaya kami dapat membalas.