BUKU UNGGULAN

BUKU ORI PUISI GOENAWAN MOHAMAD: FRAGMEN

Buku baru stok lama Fragmen menghimpun 25 puisi Goenawan Mohamad . Misalnya, “Tentang Orang Datang”, “Anak-Anak”, dan “Soneta Dua Dentang”....

BUKU PILIHAN

  • AGUS DERMAWAN T. DKK.: THE PUPPET STATE - GATOT INDRAJATI
  • LAKON ARIFIN C. NOER: ORKES MADUN
  • KOMUNITAS SASTRA INDONESIA: CATATAN PERJALANAN
  • NASRUDIN AFFANDI: HUMOR SUFI, JILID 1-5
  • MUS K. WIRYA: BERMAIN REBANA

Tuesday, November 24, 2020

BUKU ORI GOENAWAN MOHAMAD: INDONESIA/PROSES, CETAKAN I


Buku baru stok lama Indonesia/Proses menghimpun lima esai Goenawan Mohamad. “Buku ini berangkat dari sebuah tesis dasar: identitas, yang begitu sering dihebohkan, terutama ‘identitas nasional’, sebenarnya sesuatu yang mengelak. Menyerukan ‘Kenalilah dirimu!’ seperti konon terdapat di tempat orang menemui orakel di Delphi, Yunani Kuno, adalah sebuah proses tak berujung. Cerita Dewa Ruci, yang mengisahkan perjalanan Bima mencari dirinya sendiri, sebenarnya tak punya akhir,” papar GM pada pembuka pengantar buku ini.

Daftar Isi
Dari Sebuah Kota Tua
Humanisme, dari Jepara dan Tepi Kali Bekasi
Kain Baldwin
Dari STOVIA, Melintasi Taksonomi
Teater dan “Indonesia”

Buku ini pertama kali diterbitkan Tempo & PT Grafiti Pers, Jakarta, pada 2011. Buku baru stok lama yang kami jual ini merupakan cetakan pertama tersebut.

Judul: Indonesia/Proses: Esai-esai tentang Identitas dan Ke-Indonesia-an
Penulis: Goenawan Mohamad
Bahasa: Indonesia
Kulit Muka: Soft Cover
Tebal: viii + 120 Halaman
Dimensi: 14 x 21,5 Cm
Penerbit: Tempo & PT Grafiti Pers, Jakarta
Tahun: Cetakan Pertama, 2011
Kondisi: Bagus (Buku baru stok lama. Dari tiga eksemplar buku yang tersedia, kondisi paling buruk adalah sedikit kotor pada cover depan dan sisi luar buku.)
Harga: Rp63.000
Stok: 3 (1 TERJUAL)
Berat: 175 Gram

Semua buku yang kami jual merupakan buku original, termasuk buku ini.






No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar secara jelas dan tak melanggar aturan hukum. Jangan lupa mencantumkan e-mail yang benar supaya kami dapat membalas.